Total Pageviews

About Me

My Photo
depok, Indonesia
I was an adolescent girl who grew up in a family that I love most in this world I grew up with the upbringing of my mother who most strongly with the behavior of the patient and remain strong woman show that's how I understand the meaning of life I want to always strive for happy parents because that's my ultimate dream goal

Thursday, March 28, 2013

penyesuaian diri dan pertumbuhan


Penyesuaian diri dan pertumbuhan
Pengertian Penyesuaian diri
Penyesuaian diri adalah hal yang penting bagi manusia. Penyesuaian diri merupakan proses yang tidak pernah terlewatkan di kehidupan manusia karena penyesuaian diri merupakan hal mutlak yang harus dilakukan manusia untuk bertahan hidup dengan lingkungan sekitar bahkan diri sendiri.
Penyesuaian diri dapat didefinisikan sebagai interaksi Anda yang kontinu dengan diri Anda sendiri, dengan orang lain, dan dengan dunia Anda (Calhoun dan Acocella dalam Sobur, 2003:526).

Penyesuaian diri merupakan suatu konstruksi/bangunan psikologi yang luas dan komplek, serta melibatkan semua reaksi individu terhadap tuntutan baik dari lingkungan luar maupun dari dalam diri individu itu sendiri. Dengan perkataan lain, masalah penyesuaian diri menyangkut aspek kepribadian individu dalam interaksinya dengan lingkungan dalam dan luar dirinya (Desmita, 2009:191).

Penyesuaian diri adalah usaha manusia untuk mencapai harmoni pada diri sendiri dan pada lingkungannya. Sehingga rasa permusuhan, dengki, iri hati, pransangka, depresi, kemarahan, dan lain-lain emosi negatif sebagai respon pribadi yang tidak sesuai dan kurang efisien bisa dikikis habis (Kartini Kartono, 2002:56).
Penyesuaian diri adalah suatu proses yang mencakup respon mental dan tingkah laku, dimana individu berusaha untuk dapat berhasil mengatasi kebutuhan-kebutuhan dalam dirinya, ketegangan-ketegangan, konflik-konflik, dan frustrasi yang dialaminya, sehingga terwujud tingkat keselarasan atau harmoni antara tuntutan dari dalam diri dengan apa yang diharapkan oleh lingkungan dimana ia tinggal (Schneiders dalam Desmita, 2009:192).
Schneiders juga memandang bahwa penyesuaian diri dapat ditinjau dari empat sudut pandang yaitu (1) Penyesuaian diri sebagai adaptasi (adaptation), (2) Penyesuaian diri sebagai bentuk konformitas (conformity), (3) Penyesuaian diri sebagai usaha penguasaan (mastery) dan, (4) Perbedaan individual pada perilaku dan respon yang muncul daro masing-masing individu dalam menanggapi masalah (individual variation).

Karakteristik Penyesuaian Diri Menurut Schneiders
1.   Penyesuaian yang Normal (Well-Adjustment)
Penyesuaian diri yang normal adalah suatu proses pemenuhan kebutuhan dengan ciri-ciri diantaranya :
- Absence of excessive emotionality (terhindar dari ekspresi emosi yang berlebihan, merugikan, atau kurang mampu mengontrol diri)
- Absence of psychological mechanism (terhindar dari mekanisme-mekanisme psikologis)
- Absence of the sense of personal frustration (terhindar dari perasaan frustasi, kecewa karena suatu kegagalan)
- Rational deliberation and self-direction (memiliki pertimbangan dan pengarahan diri yang rasional)
- Ability to learn (mampu belajar, mampu mengembangkan kualitas dirinya)
- Utilization of past experience (mampu memanfaatkan pengalaman masa lalu)
- Realistic, objective attitude (bersikap objektif dan realistic mampu menerima kenyataan hidup yang dihadapi secara wajar)
Dalam melakukan penyesuaian diri secara positif, individu akan melakukan berbagai bentuk diantaranya :
- Penyesuaian dengan menghadapi masalah secara langsung
- Penyesuaian dengan melakukan eksplorasi (penjelajahan)
- Penyesuaian dengan trial and error atau coba-coba
- Penyesuaian dengan substitusi (mencari pengganti)
- Penyesuaian dengan menggali kemampuan diri
- Penyesuaian dengan belajar
- Penyesuaian dengan inhibisi dan pengendalian diri
- Penyesuaian dengan perencanaan yang cermat

2.   Penyesuaian yang Menyimpang (Maladjustment)
Penyesuaian diri yang menyimpang merupakan suatu proses pemenuhan kebutuhan dengan cara-cara yang tidak wajar atau bertentangan dengan norma yang dijunjung tinggi oleh masyarakat.Biasanya ditandai dengan berbagai bentuk perilaku yang tidak terarah, serba salah, emosional, agresif, dan sebagainya. Respon-respon penyesuaian diri yang abnormal adalah sebagai berikut :
- Reaksi bertahan (defence reaction)
Individu dikepung oleh tuntutan-tuntutan dari dalam dan dari luar dirinya yang tidak jarang mengancam rasa aman dari egonya, sehingga dilakukan defence mechanism.
- Reaksi menyerang (agresive reaction)
Agresi adalah bentuk respon untuk mengurangi ketegangan dan frustasi dengan tingkah laku yang merusak, berkuasa atau mendominasi.
- Reaksi melarikan diri dari kenyataan (escape withdrawal reaction)
Escape merefleksikan perasaan kejenuhan atau putus asa, sementara withdrawal mengindikasikan kecemasan atau ketakutan.
- Penyesuaian yang patologis (flight inti illness)
Penyesuaian yang patologis berarti individu yang mengalaminya perlu mendapat perawatan khusus dan bersifat klinis.
- Tingkah laku anti-sosial (antisocial behavior)
Tingkah laku anti-sosial merupakan tingkah laku yang bertentangan dengan norma masyarakat dan norma agama
- Kecanduan dan ketergantungan alcohol dan obat terlarang
- Penyimpangan seksual dan AIDS

Pengertian Pertumbuhan
Pertumbuhan personal ( pribadi )
 Manusia  merupakan makhluk individu. Manusia disebut sebagai individu apabila tingkah lakunya spesifik atau menggambarkan dirinya sendiri dan bukan bertingkah laku secara umum atau seperti orang lain. Jadi individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan-peranan yang khas dalam lingkup sosial tetapi mempunyai kekhasan tersendiri yang spesifik terhadap dirinya didalam lingkup sosial tersebut. Kepribadian suatu individu tidak sertamerta langsung terbentuk, akan tetapi melalui pertumbuhan sedikit demi sedikit dan melalui proses yang panjang.

Setiap individu pasti akan mengalami pembentukan karakter atau kepribadian. Dan hal tersebut membutuhkan proses yang sangat panjang dan banyak faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan kepribadiannya tersebut dan keluarga adalah faktor utama yang akan sangat mempengaruhi pembentukan kepribadian. Hal ini disebabkan karena keluarga adalah kerabat yang paling dekat dan kita lebih sering bersama dengan keluarga. Setiap keluarga pasti menerapkan suatu aturan atau norma yang mana norma-norma tersebut pasti akan mempengaruhi dalam pertumbuhan personal individu. Bukan hanya dalam lingkup keluarga, tapi dalam lingkup masyarakat atau sosialpun terdapat norma-norma yang harus di patuhi dan hal itu juga mempengaruhi pertumbuhan individu.

Setiap individu memiliki naluri yang secara tidak langsung individu dapat memperhatikan hal-hal yang berada disekitarnya apakah  hal itu benar atau tidak, dan ketika suatu individu berada di dalam  masyarakat yang memiliki suatu  norma-norma yang berlaku maka ketika norma tersebut di jalankan akan memberikan suatu pengaruh dalam kepribadian, misalnya suatu individu ada di lingkungan masyarakat yang tidak disiplin yang dalam menerapkan aturan-aturannya maka lama-kelamaan pasti akan mempengaruhi dalam kepribadian sehingga menjadi kepribadian yang tidak disiplin, begitupun dalam lingkungan keluarga, semisal suatu individu berada di lingkup keluarga yang cuek maka individu tersebut akan terbawa menjadi pribadi yang cuek.


Faktor – faktor yang mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan individu:

Faktor genetik
1. Faktor keturunan — masa konsepsi.
2. Bersifat tetap atau tidak berubah sepanjang kehidupan.
3. Menentukan beberapa karakteristik seperti jenis  kelamin, ras, rambut, warna mata, pertumbuhan fisik, sikap tubuh dan beberapa keunikan psikologis seperti temperamen.
4. Potensi genetik yang bermutu hendaknya dapat berinteraksi dengan lingkungan secara positif sehingga diperoleh hasil akhir yang optimal.

        Faktor eksternal / lingkungan
1. Mempengaruhi individu setiap hari mulai konsepsi sampai akhir hayatnya, dan sangat menentukan tercapai atau tidaknya potensi bawaan.
2. Faktor eksternal yang cukup baik akan memungkinkan tercapainya potensi bawaan, sedangkan yang kurang baik akan menghambatnya

Dari semua faktor-faktor  di atas dan pengaruh dari lingkungan sekitar seperti keluarga dan masyarakat maka akan memberikan pertumbuhan bagi suatu individu. Seiring berjalannya waktu, maka terbentuklah individu yang sesuai dan dapat menyesuaikan dengan lingkungan sekitar. Selain itu, ada satu hal yang tidak kalah penting berkaitan dengan penyesuaian diri dan pertumbuhan personal adalah komunikasi. Dengan kemampuan komunikasi yang baik maka penyesuaian diri dan pertumbuhan personal seseorang juga akan berjalan baik.

Daftar Pustaka :
- Schneiders, Alexander. 1964. Personal Adjustment and Mental Health. Holt, Rineharr, and Wisnton. New York
- Yusuf,S. (2004). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Bandung : PT Remaja Rosdakarya Offset
- Basuki, Heru. (2008). Psikologi Umum. Jakarta: Universitas Gunadarma
- Lur Rochman, Kholil.(2010). Kesehatan Mental.Purwokerto: STAIN press.
- http://smileandsprit.blogspot.com/2011/03/penyesuaian-diri-pertumbuhan-personal.html


No comments:

Post a Comment